Penandatanganan MoU dengan Kota Semarang dan Seminar “Semarang Urban Mobility Initiative”

(Semarang, 26 Oktober 2017) ITDP Indonesia dan Pemerintah Kota Semarang telah resmi bekerja sama dengan ditandatanganinya sebuah Nota Kesepakatan (MoU) oleh kedua belah pihak pada tanggal 25 Oktober 2017, di Gumaya Tower Hotel Semarang. Acara penandatanganan ini dihadiri oleh berbagai pihak, baik pihak pemerintah, seperti Wakil Walikota Semarang, Bappenas, Bappeda Kota Semarang, Bag. Otda Setda Kota Semarang, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Dinas PU Kota Semarang, BLU Trans Semarang DP2K, BPK2L; maupun dari pihak swasta yaitu PT SMI serta akademisi dari UNDIP dan UNNES.

Penandatangan Nota Kesepakatan ini merupakan sebuah bentuk langkah awal kerja sama ITDP Indonesia dan Pemerintah Kota Semarang dalam pengembangan sistem transportasi berkelanjutan di Kota Semarang. Asistensi ITDP Indonesia merupakan pendanaan program oleh International Climate Initiative. Program ini dimulai dari September 2015 hingga Agustus 2019 dengan tujuan besar membantu pemerintah untuk menurunkan emisi gas CO2 dari sektor Transportasi. Merujuk isi Nota Kesepakatan tersebut, ITDP Indonesia akan memberikan bantuan teknis pengembangan angkutan massal melalui reformasi angkutan umum dan sistem BRT. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan Semarang menjadi kota yang layak huni dan berkelanjutan dengan berfokus pada perbaikan angkutan umum, fasilitas pejalan kaki, parkir dan penataan kawasan di sepanjang koridor angkutan massal.

Komponen kunci dari asistensi ini berupa pembangunan dan pembenahan jalur pedestrian dan sepeda; pembenahan sistem manajemen angkutan umum; pembangunan sistem dan infrastruktur BRT dan kendaraan umum pengumpan; pembangunan konektivitas antara fasilitas pedestrian dan angkutan umum; serta mendorong densitas perkotaan demi menunjang angkutan umum masal. Nota Kesepakatan ini ditandatangani oleh Ir. H. Hevearita Gunaryanti Rahayu, sebagai Wakil Walikota Kota Semarang dan Yoga Adiwinarto, sebagai Country Director ITDP Indonesia serta diketahui oleh Raden Bonnyswara SE, MSc selaku Senior Fungsional Perencana Direktorat Transportasi dari Bappenas.

Ir. H. Hevearita Gunaryanti Rahayu, sebagai Wakil Walikota Kota Semarang mengatakan bahwa ia optimis bahwa perubahan kebiasaan berjalan kaki di Kota Semarang bisa didorong dengan penyediaan fasilitas pejalan kaki yang baik, aman dan nyaman. Ia juga mengakui bahwa keberadaan Trans Semarang yang belum maksimal dalam memberikan pelayanan karena jalurnya yang masih bercampur dengan jalur kendaraan umum dan harapannya untuk bisa memperbaiki hal tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang juga sedang mepersiapkan pembenahan parkir melalui parkir on street dan off street berbasis IT (dan penggunaan mesin parkir).

Semarang Urban Mobility Initiative

Acara dilanjutkan dengan Seminar Semarang Urban Mobility Initiative yang disampaikan oleh Faela Sufa, Vice Country Director of ITDP, dengan Bapak M. Farchan dari Bappeda Kota Semarang sebagai moderator. Seminar ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai konsep pengembangan transportasi di Kota Semarang. Seminar ini mencakup konsep perbaikan Non-Motorized Transport, dan pembenahan system BRT Trans Semarang yang akan dilakukan ITDP. Seminar ini juga memberikan gambaran mengenai tantangan serta rekomendasi tahapan dalam perbaikan sistem mobilitas dan transportasi publik perkotaan.

Adanya penekanan bahwa perlunya perubahan prioritas dalam penyediaan ruang serta perubahan paradigma dalam konsep penataan jalan. Setelah presentasi, acara tersebut dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang mengidentifikasi: 1) Komitmen baik dari pihak swasta maupun pemerintah terkait mewujudkan Semarang menjadi kota yang lebih berpihak kepada manusia, dibandingkan dengan kendaraan.; 2) pertimbangan penting serta kendala yang mungkin dihadapi dalam meningkatkan kualitas angkutan umum dan fasilitas pejalan kaki di Semarang; dan 3) saran perencanaan dari berbagai pihak untuk pengimplementasian konsep agar pemerintah bisa mantap dalam mengambil keputusan dan menjadikan proyek ini sebagai best practice di Semarang.

Di penghujung acara, ITDP Indonesia mengatakan bahwa paparan yang telah disampaikan merupakan temuan awal. Selanjutnya mengenai analisis dampak sosial, pemilihan rute yang terbaik sesuai demand, dan analisis kerjasama operator akan dilakukan di kemudian hari. ITDP akan melakukan penyusunan laporan dan akan melakukan aksi tindak lanjut di bulan November 2017 kepada Pemerintah Kota Semarang Pemerintah Kota Semarang menyambut baik rencana pengembangan sistem transportasi umum dan fasilitas pejalan kaki yang diajukan oleh ITDP di Kota Semarang dan berharap hal ini dapat memberikan solusi terbaik dalam pengembangan dan pembangunan kota berkelanjutan, khususnya dalam bidang transportasi umum, di Kota Semarang.