|
Atasi Kemacetan, Optimalkan "Busway"! Kondisi kemacetan yang terjadi di Jakarta hingga saat ini berada di posisi yang sangat mengkhawatirkan, pertumbuhan kendaraan tiap tahun nya tidak sebanding dengan perluasan ruas jalan. Kemudian pola pikir masyarakat DKI Jakarta yang tidak mempercayakan Transportasi publik yang berada di Jakarta. Sebenarnya pola Transportasi yang kini telah ada seperti Transjakarta salah satunya harusnya segera dioptimalkan, baik dari kualitas fasilitas dan sisi pelayanan. Seperti yang diprediksikan pada tahun 2015 nanti, jika tidak ada perbaikan dari sistem Transportasi di Jakarta maka akan terjadi kemacetan total diamana tidak ada ruang lagi bagi kendaraan untuk berada di jalan raya Ibu Kota.
Pencabulan di Transjakarta Menanggapi peristiwa yang sangat tidak normatif di dalam bus Transjakarta, aktifis dan Politisi PDIP, Rieke Diah Pitaloka menentang usulan pemisahan bus antara pengguna bus pria dan wanita. Rieke mengatakan bahwa status pria dan wanita itu sama, namun untuk menghindari maupun menindak lanjuti hal seperti ini, biarlah kehidupan saling menghargai satu sama lain yang berlaku. Namun, biarlah Hukum yang berlaku menindak dan biarlah hal ini sebagai pembangun kesadaran seluruh warga untuk menghargai kedudukanya bahwa semua sama, tidak ada perbedaan.
Pencabulan di TransJ DPRD DKI Usul Penumpang Perempuan & Pria Dipisah Peristiwa tidak terpuji terjadi di dlam bus Tansjakarta baru-baru ini, peristiwa pelecehan yang dilakukan kepada seorang wanita yang sedang berdesak-desakan di dalam bus membuat berbagai pihak untuk mengusulkan adanya pemisahan bus antara pria dan wanita yang bertujuan untuk menghindari perilaku yang melanggar norma maupun tindak kriminal lainya.Namun sekiranya pemisahan bus antara pria dan wanita terbilang sedikit berlebihan, sebab bagaimana jika ada penumpang yag sedang ingin bersama rekan nya, kemudian belum lagi jika ada orang tua bersama cucu maupun anaknya yang ingin bersama, lebih baik pemisahan dilakukan di dalam bus saja, misalkan untuk wanita di bagian depan dan pria di belakang, ujar Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana. Kemudian penyedian armada bus Transjakarta harus ditambah di saat jam-jam sibuk, untuk menghindari kepadatan di dalam bus.
Bus Grope Victim Says Police Talked Her Out of Making Complaint A woman who claims she was sexually harassed by a man on a TransJakarta bus says the South Jakarta Police advised her not to file a report due to a lack of evidence, warning that the man she had accused might end up suing her for defamation.
Saksi Mata: Bus TransJ Melaju dengan Kecepatan Tinggi Kemacetan panjang masih terjadi akibat kecelakaan beruntun antara bus TransJakarta, PPD dan dua buah motor. Saksi mata menyatakan pengemudi bus TransJ mengemudikan busnya dengan kecepatan tinggi."Busway datang dengan kecepatan tinggi dari flyover Senen menuju Salemba," kata Mujiono, salah seorang saksi mata. Mujino menyatakan, bus TrasnJ itu menuruni flyover Senen dengan cara zig-zag. Namun tiba-tiba saja bus itu menghantam bagian belakang bus PPD dan dua motor. "Tiba-tiba saja bus TransJ itu menghantam bus PPD," katanya. berita selengkapnya... DPRD Akan Panggil Operator Transjakarta Peristiwa kecelakaan beruntun antara Bus Transjakarta, Bus PPD, dan memakan sebuah korban pengendara motor, membuat nilai mutu pelayanan Transjakarta tercoreng, hal ini diutarakan oleh Andika anggota komisi B DPRD fraksi Gerindra yang berencana akan memanggil pihak Transjakarta. Selain peristiwa naas tersebut, mutu pelayanan Transjakarta yang menurun tercoreng dengan peristiwa pelecehan seksual yang terjadi di dalam bus Transjakart, hal seperti ini dapat memepengaruhi kinerja standar pelayanan minimum Transjakarta, dan hal ini harus segera dievaluasi segera. Rencana pemanggilan pihak Transjakarta ini, belum diketahui oleh Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono, namun beliau menambahkan bahwa pihak Transjakarta akan siap memenuhi panggilan tersebut, namun selain perbaikan mutu standar pelayanan Transjakarta hal itu tidak cukup hanya melibatkan satu pihak saja, tetapi melibatkan banyak pihak. Termasuk kepedulian para pengguna bus Transjakarta agar mau mematuhi tata tertib yang berlaku. "Jangan memaksa naik, padahal kapasitas bus sudah melebihi ketentuan yang ada, ujarnya berita selengkapnya... Pencabulan di Bus TransJ Beberapa Halte Pisahkan Antrian Berdasarkan Jenis Kelamin Pelecehan yang terjadi di dalam bus Transjakarta beberapa hari yang lalu, membuat sejumlah pihak mengusulkan untuk adanya pemisahan penumpang antara pria dan wanita di dalam bus. Hal ini sudah terlihat kemarin, ketika pintu penumpang untuk pria dan wanita sudah mulai dipisah terlihat di Halte Gor, Jl Otista Raya, dimana di pintu masuk bus sudah ada tulisan khusus pria dan wanita ketika masuk. Walaupun ketika di dalam bus antara pria dan wanita bercampur kembali, setidaknya hal ini menimilalisir munculnya hal-hal yang tidak diinginkan ketika mengantri. berita selengkapnya... Pos Pengaduan Penumpang harus dibuat Kejadian pelecehan di dalam Bus Transjakarta seharusnya menjadi sebuah pelajaran tidak hanya untuk Manajemen Transjakarta, namun terhadap sistem Transportasi lainya. Seharusnya di setiap halte Bus terdapat pos pengaduan yang dijadikan sebagai wadah pengguna untuk melaporkan kejadian kriminal maupun hal yang tidak diinginkan di dalam Bus Transjakarta dengan cepat, sehingga laporan tersebut dapat sampai langsung ke pihak Manajemen Transjakarta dengan didampingi oleh pihak kepolisian yang akan langsung menindak lanjuti, ujar Andrinof A Chaniago, pengamat kebijakan politik Universitas Indonesia. Sebenarnya kondisi seperti ini juga terjadi di tempat lain, hal ini juga disebabkan dengan adanya kepadatan di dalam bus yang dapat mengundang tindak kriminal, maka seharusnya ada pembatasan jumlah penumpang di dalam bus, misalkan ketika kondisi padat, bus hanya boleh menurunkan penumpang di tiap halte dan tidak boleh mengangkut penumpang, sampai kondisi sedikit lenggang.Dan kepekaan dari pihak kepolisian harus lebih peka terhadap hal ini. Hindari Pelecehan Seksual, Transjakarta Pisahkan Antrian Kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam bus Transjakarta baru-baru ini, membuat manajemen Transjakarta membuat sebuah peraturan baru, yang mengharuskan adanya pemisahan antrian ke dalam bus, antara pria dan wanita, hal ini terlihat di salah satu halte, di kawasan Harmoni yang memberlakukan peraturan tersebu, walaupun masih harus di koordinir dengan satgas, penumpang sudah mulai mengikuti peraturan tersebut dengan baik. "Kami diperintahkan untuk mengawasi antrian dengan ketat , supaya tidak ada lagi kasus pelecehan seks seperti yang sudah-sudah, ujar Edi salah seorang satgas yang bertugas di halte Pulo Gadung. berita selengkapnya... Antrean Naik Bus Dipisah Solusinya, Jumlah Armada Bus Transjakarta Ditambah Atas kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam bus Transjakarta membuat pihak BLU Transjakarta mengatur adanya pemisahan antrian antara pria dan wanita, di depan pintu masuk bus ditempel sebuah kertas yang dituliskan keterangan pemisah anatara pria dan wanita. Namun hal ini dilihat tidak efektif, misalkan saja ketika seorang pria sedang mengantri di halte dukuh Atas di bagian depan, dia enggan untuk berpindah ke barisan pria. Hal ini sangat tidak berpengaruh, sebab di dalam bus antara pria dan wanita akan membaur kembali, seharusnya hal ini harus dibarengi dengan penyediaan armada bus yang memadai, menurut Gatot salah satu penumpang Transjakarta. Manajer Pengendalian BLU Transjakarta Busway Gunarjo mengatakan, pemisahan antrean ini untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada penumpang. Selama ini penumpang perempuan sering kesulitan masuk bus karena kalah berdesakan dengan penumpang laki-laki. Di tempat lain Tulus Abadi, Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta mengatakan bahwa pemerintah sebaiknya menyediakan penambahan armada bus. Cara lain yang dikira lebih efektif adalah pemasangan CCTV, dimana hal ini sebagai alat pemantau kondisi penumpang, dan juga dapat dijadikan alat bukti jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di dalam bus maupun halte, ujar Aliman Aat Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta. Pelecehan Seksual di Bus TransJ Dewan Transportasi Kota Sesalkan Sikap Polisi yang Pasif Respon kepolisian atas kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam bus Transjakarta baru-baru ini dianggap tidak cepat oleh Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan.Azas Tigor Nainggolan melihat kesan kepolisian yang mempersulit proses pelaporan, misalkan saja harus ada formalitas birokrasi, seperti laporan dari korban, saksi mata, dan hal lainya. Azas Tigor juga menambahakan selain pihak kepolisian yang harus pro aktif, pihak manajemen Transjakarta harus meningkatkan kualitas pelayanan dengan menyusun SPM yang lebih mementingkan konsumen atau pengguna.
Transjakarta becomes full management body The Transjakarta management body (BLU) became a full official body on April 1, giving it restricted authority to manage its own finances, an official has said. “We can now handle small repairs in shelters and on buses,” BLU control manager Gunardjo told The Jakarta Post on Thursday, adding that the body was still a working unit under the Transportation Agency.Despite the new status, he said BLU was still very dependent on the cooperation of the Traffic Police division and other city agencies like the Public Works Agency and the Parks and Cemeteries Agency. more info... Men, women have separate busway queue lines The Transjakarta management body (BLU) has started to apply separate queues for men and women in 140 busway shelters following a sexual harassment case reported last week. Control manager Gunardjo said the separation, which was expected to minimize crime and sexual harassment, did not apply on the bus. “We suggest that physically challenged passengers, elderly passengers and children join the female line,” he said over the telephone on Thursday. He said the familiarization program had not been completed yet and a number of passengers still had to get used to the new system. more info...
|