|
Monday, 28 November 2011 |
Share :
 Jakarta: Jalan-jalan di Jakarta, saat ini lebih banyak didominasi oleh fungsi jalan sebagai jalur pergerakan, bukan lagi sebagai ruang komunikasi dan interaksi sosial. Kendaraan bermotor pribadi mendominasi hampir setiap jengkal ruang jalan bahkan hingga ke jalur pejalan kaki. Pada akhirnya berujung pada kemacetan dan kerugian pada berbagai aspek seperti ekonomi, sosial dan lingkungan. Kawasan Kelapa Gading awalnya merupakan sebuah kawasan perumahan di wilayah Jakarta Utara yang berbatasan langsung dengan Jakarta Timur. Dalam perkembangannya, kawasan ini menjadi satu kawasan yang multifungsi, tidak hanya sebagai perumahan tetapi juga sebagai pusat bisnis. Tak heran jika kawasan tersebut menjadi satu”ikon” kawasan terintegrasi di Jakarta dengan tingkat kepadataan pergerakan manusia dan kendaraan yang sangat tinggi. ITDP (Institute for Transportation and Development Policy) menawarkan perubahan konsep penggunaan ruang jalan yang lebih efisien, optimal dan menghasilkan lebih sedikit polusi dan kebisingan. Hal tersebut dibuktikan dalam bentuk bantuan teknis kepada Pemerintah Kota Jakarta Utara berupa desain jalur jalur sepeda dan pejalan kaki di area Kelapa Gading, sepanjang 17.8km yang mencakup Boulevard Utara, TImur, Selatan, Barat dan area Kelapa Nias. Selengkapnya silakan download Press Release (pdf) |
| |
|
|
Saturday, 22 October 2011 |
Share :
 Deemed a breakthrough approach to public transportation in Jakarta, the Transjakarta Bus Rapid Transit system has changed Jakartans’ travel behavior in the city. The steady increase in passengers has come in line with the increasing number of corridors. This has significantly boosted revenue. Unfortunately, increased revenue has not been followed by improvements in service. In one day the new transportation system, popularly known as the busway, is capable of generating at least Rp 1 billion (US$114,000) from a total of around 250,000 passengers. In the first semester of this year, ticket sales generated total revenue of Rp 183 billion. http://www.thejakartapost.com/news/2011/10/22/increasing-income-doesn-t-guarantee-better-service.html |
|
|
Tuesday, 11 October 2011 |
Share :
 After controlling illegal parking along Jl Gajah Mada and Hayam Wuruk, West Jakarta and implementing off street parking (parking in a building) in the location, Jakarta Transportation Department will also control illegal parking in Pasar Baru, Central Jakarta. Udar Pristono as Head of Jakarta Transportation Department stated that there would be three buildings to accommodate vehicles. They are Istana Pasar Baru with capacities of 500 cars, Pasar Baru Square with 80 cars, and Pasar Baru Atom with 300 cars. “The controlling for these parking is aimed to maintain environment and revitalize sidewalks function for passerby. As a matter of fact, it has been surveyed and three buildings can be parking location for Pasar Baru area,” he said, Tuesday (10/11). http://www.beritajakarta.com/2008/en/newsview.aspx?idwil=0&id=20664 Desember, Parkir Liar di Pasar Baru Dihapus http://megapolitan.kompas.com/read/2011/10/12/09265241/Desember.Parkir.Liar.di.Pasar.Baru.Dihapus |
| |
|
|