Friday, 18 May 2012VIVAnews - Enam calon gubernur Jakarta melakukan debat terkait mengatasi kemacetan di ibukota, Kamis 17 Mei 2012. Tak seperti biasanya, debat kali ini dilakukan di dalam moda transportasi massal ibukota, yaitu TransJakarta.
Debat calon gubernur yang bertajuk Atasi Kemacetan dengan TransJakarta yang diselenggarakan oleh Stasiun Televisi ANTV ini hanya dihadiri empat dari keenam kandidat. Cagub nomor urut satu, Fauzi Bowo dan nomor urut tiga, Joko Widodo tidak hadir dalam debat tersebut.
Diketahui Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, berhalangan hadir lantaran sedang umroh. Sedangkan Jokowi, tidak bisa hadir dikarenakan menghadiri acara lain.
Debat yang dilakukan sepanjang koridor empat yaitu Dukuh Atas- Ragunan, berjalan dengan alot. Masing-masing calon gubernur mengeluarkan argumennya terkait dengan pengembangan moda transportasi massal yang akan diusung jika terpilih nanti
"Dalam satu tahun, fedeer-fedeer akan dibangun sampai tingkat kelurahan," ujar Hendardji Soepanji, calon gubernur nomor urut dua.
Tuesday, 15 May 2012
XIAMEN, KOMPAS.com — Jakarta dalam waktu dekat akan segera memulai pembangunan kereta api cepat (mass rapid transit). Proyek ini perlu dipertimbangkan dengan masak-masak.China tahun-tahun belakangan ini justru lebih mengembangkan pembangunan sistem transportasi berbasis bus (BRT) ketimbang MRT karena pertimbangan efisiensi dan prosesnya lebih singkat. Di Xiamen, China, misalnya, pembangunan infrastruktur yang semula disiapkan untuk LRT malah kemudian diubah dan digunakan untuk BRT.
Institute for Transportation and Development (ITDP) Indonesia secara khusus mengunjungi Xiamen, China, untuk mempelajari itu. BRT di Xiamen yang mulai beroperasi tahun 2008 ini akhirnya menjadi BRT layang pertama di dunia. Koridornya sangat panjang dan menyeberangi laut karena Xiamen berupa pulau.
"Ini bisa dijadikan pelajaran berharga untuk Indonesia yang sekarang ini juga mulai membangun MRT yang tahap pertama menghabiskan anggaran Rp 17 triliun," kata Country Director ITDP Indonesia Yoga Adiwinarto, saat melihat stasiun BRT layang di Xiamen kemarin, seperti dilaporkan wartawan Kompas Sutta Dharmasaputra yang ikut rombongan itu.